Terlahir sebagai anak yang memiliki talenta di bidang seni yang cukup tinggi,
Gavin Susantio atau yang lebih populer disapa
Gavin
ini, mulai menunjukkan bakat seninya pada usia 4 tahun melalui medium
lukisan. Namun ketika memasuki bangku sekolah TK (Taman Kanak-kanak)
bakat putra pasangan Designer kondang
Lenny Agustin dan
Sofian Susanto tersebut, mulai memasuki debutnya di dunia entertaint, saat
Gavin terpincut oleh tarian moon walk milik raja pop
Michael Jackson.Pada tahun 2009, ketekunan dan kerja keras
Gavin dalam mempelajari tarian MJ, membawa langkah bocah kelahiran 3 Desember 1998 ini, tampil di acara
Tribute To Michael Jackson di TV-One, Dahsyat RCTI, dan beberapa kali tampil di Inbox SCTV.
Tak hanya menari, bakat
Gavin
dalam bermusik pun mengalir pada saat Ia duduk di bangku kelas 1 SD
(sekolah dasar). Piano, adalah alat intrumen pertama yang di sentuh
Gavin untuk meyalurkan harsatnya dalam bermusik. Tak ketinggalan, alat musik gitar dan drum pun dipelajari
Gavin untuk mengasah skillnya di dunia tarik suara.
Pada 2011
Gavin meneruskan minatnya dalam bermusik dengan kurus vokal. Lewat singel
Someone Like You, ciptaan sang bude,
Gavin seakan ingin menekankan dirinya resmi eksis sebagai penyanyi di belantika hiburan Indonesia. Menurut
Gavin, dirinya tertarik untuk menyanyi karena terinspirasi oleh musik dari lagu-lagu
Michael Jakson.
"Saya sih terinspirasi sama
MJ.
Tapi saya gak mau menari selama-lamanya. Saya pengen punya musik dan
album sendiri. Cita-cita saya memang ingin jadi penyanyi. Kalau saya
nyanyi karena musik-musiknya dari
MJ. Tapi banyak terinspirasi dari musisi lainnya juga," jelas
Gavin saat ditemui di sela-sela launching singel album
SOMEONE LIKE YOU di X2 Plaza Senayan Jakarta (8/2)
Selain musik
MJ yang mendominasi alur nadi
Gavin dalam berkreasi, genre musik RnB, Pop, dan alunan gitar serta piano juga menghiasi irama tembang
Someone Like You. Gavin mengatakan selain
MJ menjadi inspiratornya,
Justin Bieber dan
Bruno Mars adalah sosok lain yang dikaguminya untuk menjejakkan kakinya sebagai penyanyi muda profesional yang multi talenta.
"Luar biasa,
dream come true sudah setahun mencita-citanyakannya, persiapan dah lama akhirnya rilis juga. Ini juga karena suport mama besar banget." jelas
Gavin.
Minat dan bakat
Gavin dalam bermusik, ternyata sudah disadari oleh sang ibunda
Lenny Agustin sejak
Gavin duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar. Untuk itulah
Lenny telah mempersiapkan perusahan label musik untuk menganungi talenta
Gavin sejak dini.
"Kalo
anakku jadi musisi, aku suport apapun yang dia bisa. Aku yakin bisa
menghasilkan sesuatu," ungkapnya. "Gavin artis kedua di label saya,
pikiran bikin label sendiri memang untuk mempersiapkan
Gavin. Saya gak mau
Gavin sekolahnya gagal. Justru sekolahnya naik. Saat
Gavin minat di musik, kita bikin label untuk support dia. Tapi kita masukin dulu artis lain, baru dia," imbuh Lenny
"Semua
anak bisa seperti dia. Aku sama suami support banget dia sampai mentok
pokoknya. Saya berharap profesional gak hanya musik dibuat fun aja, aku
yakin semua orang bisa. Mamaku juga dulu kaget sama aku kok jadi tukang
jahit, aku sempat mogok sekolah 2 minggu karena dipaksa untuk ambil
bidang lain," sambung